BUYANDI, LarissaNews.com — Suasana siang yang semula tenang di Desa Buyandi, Kecamatan Modayag, mendadak berubah mencekam. Sekitar pukul 12.30 WITA, Minggu (26/10/2025), kepulan asap hitam tebal membumbung tinggi dari sebuah rumah yang dilaporkan milik pasangan suami istri, Wisnu Sugeha dan Rafikaduri Kawulusan. Dalam hitungan menit, kobaran api melahap seluruh bangunan hingga rata dengan tanah.
Kebakaran hebat itu diduga dipicu oleh ledakan tabung gas LPG di dapur rumah. Warga sekitar sempat panik ketika mendengar suara ledakan keras disertai percikan api yang dengan cepat menyambar atap dan dinding kayu. Upaya pemadaman dilakukan dengan alat seadanya, namun api terlanjur membesar sebelum bantuan datang.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi seluruh isi rumah habis terbakar. Beberapa warga terlihat berusaha menyelamatkan barang yang tersisa, sementara keluarga korban hanya bisa pasrah menyaksikan tempat tinggal mereka berubah menjadi abu.
Kabar kebakaran itu segera sampai ke telinga Bupati Bolaang Mongondow Timur, Oskar Manoppo, SE.,M.M. Tanpa menunggu lama, Bupati langsung menuju lokasi kejadian untuk meninjau kondisi pascakebakaran serta memberikan dukungan moril kepada keluarga yang terdampak.
Tiba di lokasi, Bupati Oskar Manoppo disambut oleh aparat Kecamatan Modayag, perangkat Desa Buyandi, dan warga setempat. Ia langsung mendekati keluarga korban yang masih terlihat syok. Dengan suara lembut, Bupati Oskar Manoppo berusaha menenangkan mereka.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, saya menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas musibah ini. Kami berharap keluarga yang terkena dampak diberi ketabahan dan kekuatan. Pemerintah akan berupaya membantu sebaik mungkin,” tutur Bupati di hadapan warga yang berkumpul di lokasi kebakaran.
Kehadiran Bupati di tengah warga menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang berduka. Beberapa warga mengaku terharu karena pemimpin daerah datang langsung meninjau dan menyapa mereka di tengah situasi sulit.“Tidak banyak pejabat yang mau datang langsung seperti ini. Kami bangga dan terharu,” ujar salah satu warga Buyandi.

Hingga sore hari, petugas kepolisian dan aparat desa masih melakukan pendataan serta penyelidikan penyebab pasti kebakaran. Kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Pemerintah Desa Buyandi bersama masyarakat setempat bergerak cepat membuka pos bantuan sementara untuk keluarga korban, menyediakan makanan, pakaian, serta tempat tinggal darurat.
Musibah ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di rumah tangga, terutama dari tabung gas LPG. Pemerintah daerah juga mengimbau agar warga rutin memeriksa kondisi instalasi dapur dan listrik guna mencegah insiden serupa.
Duka di Buyandi meninggalkan luka mendalam, namun juga memperlihatkan kuatnya solidaritas dan rasa kemanusiaan. Di tengah abu dan puing, semangat gotong royong warga Boltim kembali bangkit — menjadi bukti bahwa kepedulian masih menjadi nyawa dari setiap musibah yang menimpa.












