TUTUYAN, LarissaNews.com – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui penguatan sistem pendataan yang akurat dan kolaborasi lintas sektor. Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Evaluasi dan Penginputan Data Stunting melalui Aplikasi Web Monitoring Stunting yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Boltim, M. Iksan Pangalima, S.Pi.,M.A.P. mewakili Bupati Oskar Manoppo, S.E., M.M., di Lantai I Kantor Bupati Boltim, Selasa (28/7/2026).

Pertemuan itu tidak sekadar menjadi agenda rutin pemerintah daerah. Di balik proses evaluasi dan penginputan data, tersimpan upaya besar untuk memastikan setiap kebijakan penanganan stunting benar-benar berangkat dari kondisi riil di lapangan. Pemerintah meyakini bahwa data yang valid menjadi fondasi utama dalam menyusun intervensi yang tepat sasaran, sehingga setiap program mampu menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda, ditegaskan bahwa percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu instansi semata. Dibutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya agar setiap program saling terhubung dan memberikan dampak yang maksimal.

“Peran pemerintah daerah sangat krusial. Diperlukan pendekatan konvergensi yang mencakup kolaborasi multisektor serta berbasis data dan bukti sebagai kunci utama dalam memastikan efektivitas intervensi,” kata Iksan Pangalima saat membacakan sambutan Bupati.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa strategi penurunan stunting di Boltim tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan semata. Pemerintah juga mendorong keterlibatan sektor lain, mulai dari peningkatan sanitasi, penyediaan air bersih, edukasi keluarga, hingga pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita. Seluruh sektor itu diharapkan berjalan beriringan agar hasil yang dicapai lebih optimal.
Evaluasi yang digelar juga menjadi sarana untuk mengukur efektivitas berbagai program yang telah dilaksanakan selama ini. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kegiatan tidak berhenti pada laporan administrasi, tetapi mampu menghadirkan perubahan nyata terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

“Evaluasi ini sangat penting agar program yang kita laksanakan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka stunting serta peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur,” lanjutnya.
Melalui aplikasi Web Monitoring Stunting, pemerintah daerah berharap proses pengumpulan dan pembaruan data dapat dilakukan secara cepat, terintegrasi, dan mudah dipantau. Sistem digital tersebut menjadi instrumen penting dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih akurat dan efektif.(*wm)












